Minggu, 09 April 2017

LALUNDU Bukan Anak Tiri "Lagi"

DISINI PENULIS AKAN MENCOBA MENGINGATKAN KITA PADA PERJALANAN DAERAH LALUNDU.


BAGAIMANA LALUNDU PADA TAHUN 1993-2008
1. Dimana Lalundu ?
Lalundu adalah sebuah dataran yang terletak di kecamatan Riopakava, Kabupaten Donggala, Sulawesi tengah. Tepatnya di perbatasan antara Sul-Teng dengan Sul-Bar.
2. Bagaimana kehidupan masyarakat Lalundu ?
Kehidupan masyarakat Lalundu di kenal sebagai masyarakat kelas tengah kebawah, hal ini di pengaruhi tempat yang jauh dari pusat perkotaan dan notabene masyarakat banyak yang berasal dari kalangan Transmigrasi pada tahun 1993. Namun prnduduk Asli Lalundu bersuku Kaili. Warga pendatang dan pribumi hidup berdampingan dan saling melindungi, hal ini terbukti tidak ada kerusuhan di daerah Lalundu.
3. Bagaimana Infrastruktur Lalundu ?
Lalundu sangat terbelakang dalam hal infrastruktur hal ini di pengaruhi oleh letak geografis lalundu yang berada di daerah ujung perbatasan antara Sulawesi tengah dengan Sulawesi Barat. Dari tahun 1993-2007 lalundu kurang di perhatikan,
a. Bagaimana keadaan jalan ?
sarana jalan di lalundu di kenal sangat menyakitkan bagi pengguna, hal ini karena 95% jalan di lalundu belum di renofasi atau di aspal. Hal ini terjadi sejak Tahun 1993-2007, saya belum melihat adanya perbaikan jalan secara signifikan yang sesuai, barulah pada tahun 2010 ke atas mulai ada perbaikan jalan bahkan pengaspalan, namun hal itu belum juga merata, bahkan kurang dari 1 Tahun aspal itu sudah rusak, hal ini mungkin di akibatkan karena curah hujan yang tinggi, dan sungai tidak mampu menahan debit air yang banyak hingga air tumpah ke jalan yang mengakibatkan kerusakan jalan.
b. Bagaimana dengan jembatan ?
jembatan yang merupakan sarana fital bagi masyarakat lalundu tidak terlalu di perhatikan oleh pemerintah, adapun jika di lakukan pembangunan itu hanya sebatas perbaikan, belum ada pembuatan jembatan secara permanen, kalaupun ada jembatan yang kokoh itu hanya ada di 2 tempat, yaitu jembatan pantolobete dan jembatan besi sebelum masuk ke lalundu 4 dan lalundu 2. Hal ini terjadi di kisaran pada tahun 1993-2007.
c. Bagamana penerangan ?
Listrik adalah salah satu kebutuhan masyarakat pada umumnya, namun apa daya sejak pertama masuk di Lalundu hingga Tahun 2017 belum ada PLN masuk, akan tetapi kini ada titik terang dimana pada Tahun 2017 sudah mulai berdiri tiang-tiang listrik, hal ini di harapkan membawa kemajuan bagi kawasan Riopakava
d. Bagaiman dengan perekonomian ?
Perekenomian masyarakat Lalundu kini mulai ada kemajuan, hal ini di pengaruhi adanya 2 perusahaan kelapa sawit yang sangat berarti bagi kelangsungan perekonomian masyarakat. Jika kita kembali pada tahun sebelum 2008 yang mana banyak masyarakat menggantungkan kehidupannya pada buah kakao, namun pada tahun 2006-2010 terjadi serangan hama yang membuat perekonomian masyarakat menjadi terjatuh, coklat rusak dan berpenyakit, tak sedikit orang yang malas untuk merawat kakao dan sebagian masyarakat memilih untuk menanam sawit.
namun hal ini tidak berjalan mulus karena adanya isu yang berkembang bahwa perawatan sawit sangat susah dan harus ada dana besar untuk merawatnya, isu ini sempat menjadi polemic masyarakat dan banyak yang takut untuk menanam sawit, namun hal itu dapat tertangkis ketika banyak warga yang sukses dalam menanam sawit dan akhirnya masyarakat yang menggantungkan hidupnya di kakao tinggal sedikit.
Selain kakao masyarakat juga menanam padi, hal ini dilakukan untuk menagkis pengeluaran membeli beras, hingga masyarakat tidak lagi takut kekurangan beras. Akan tetapi kurangnya penyuluhan terhadap petani hingga mengakibatnkan hasil panen kurang maksimal, barulah beberapa tahun belakangan ini masyarakat mulai pandai dalam bertani dan di dukung dengan teknologi yang mulai merembah di masyarakat memperingan beban petani.


4. Bagaimana pendidikan dan kesehatan ?
Jika berbicara pendidikan di Lalundu memiliki sekolah Dasar di hampir setiap desa dan 4 SLTA dan 1 SMA, 1 MA, 2 SMK, hal ini di anggap telah mencukupi di sector pendidikan, namun jika berbicara tentang IT jauh dari kata cukup, karena jaringan Internet di Lalundu tidak ada, jangankan jaringan Internet Jaringa Celluler sangat sulit di dapat.
Rumah sakit dan puskesmas di lalundu sudah mulai berdiri, dan kini hamper di setiap desa ada puskesmasnya, dan dengan adanya KIS membuat masyarakat menjadi lebih mudah dan tidak takut berobat ketika dalam keadaan sakit.

SECERCA HARAPAN DAN TITIK TERANG LALUNDU
Pada tahun 2010 Lalundu sudah mulai di perhitungkan, hal ini tak lain karena banyaknya pemuda Lalundu yang belajar di Kota Palu dan kota-kota lainnya sehingga membuat Lalundu menjadi terkenal, walau ketika di Tanya “Dimana Lalundu?” kita masih bingung menjawabnya, yah hal itu di karenakan letaknya kurang strategis, yang berada di perbatasan, namun kita patut bersyukur karena Lalundu di kelilingi 2 perusahaan sawit yang menunjang perekonomian masyarakat lalundu.
Kini, pemerintah sudah mulai membuka mata hingga mengucurkan banyak bantuan, baik berupa dana APBD maupun dana-dana lainnya, dan kini sudah bisa di liat bentangan aspal dan indahnya jejeran tiang listrik dan kokohnya jembatan-jembatan. Kami segenap pemuda Riopakava yang berada di kota sangat mengapresiasi kinerja Pemerintah yang mulai memperhitungkan keberadaan daerah Lalundu, Dahulu lalundu di kenal dengan istilah “Anak Tiri” namun hal itu sudah bisa di hapuskan menjadi desa berkembang.
Yang masih menjadi harapan bagi warga adalah pelindungan hokum dan pelindungan keamanan, agar masyarakat menjadi tentram dan jauh dari kata was-was dalam melakukan segala bentuk aktifitas, karena di daerah lalundu yang cukup luas hanya ada 1 kantor polisi, dan hal ini di nilai kurang layak untuk kawasan yang begitu luas.

Demikian sekilas Info tentang LALUNDU dan secerca harapan baru yang membuat Warga Tersenyum.

Tulisan ini di buat berdasarkan pengalaman dan penelitian langsung oleh narasumber selama tinggal di Lalundu, tepatnya di desa BONEMARAWA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar